Pelantikan Upgrading Pimpinan Wilayah Nasyiahtul Aisyiyah Riau & Seminar Keperawatan “Deteksi Dini untuk Mencegah dan Menangani Kanker Serviks” 

(AULA UMRI KAMPUS 1, SABTU, 28 OKTOBER 2017)

Pelantikan Upgrading Pimpinan Wilayah Nasyiahtul Aisyiyah Riau & Seminar Keperawatan “Deteksi Dini untuk Mencegah dan Menangani Kanker Serviks” dilaksanakan kerjasama antara prodi D. III keperawatan, Komisariat PPNI-UNIVRAB dan PW NA RIAU serta PPNI Provinsi Riau dengan SK 2 SKP PPNI pada hari sabtu tanggal 28 Oktober 2017 di Aula Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Riau. Pembicara seminar dosen keperawatan UMRI yaitu Ibu Wiwik Norlita A.Kep, M.Kes dan Ns Tri Siwi Kusumanigrum S.Kep,M.Kes

 

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Penderita Kanker Serviks di Indonesia

Pada tahun 2014, WHO menyatakan terdapat lebih dari 92 ribu kasus kematian pada penduduk wanita akibat penyakit kanker. Sebesar 10,3 persennya merupakan jumlah kematian akibat kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks berjumlah hampir 21 ribu.

Sejak tahun 2000 hingga tahun 2012, semakin muda usia wanita yang terserang kanker serviks, yaitu kisaran usia 21-22 tahun di tahun 2000 dan mencapai usia di bawah 20 tahun pada tahun 2012. Penelitian WHO menyingkapkan kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di Indonesia. Khususnya untuk skrining kanker serviks yaitu sitologi serviks dan ulasan asam asetat, secara umum belum tersedia di pusat kesehatan primer pada tahun 2014. Ini ikut berpengaruh pada jumlah kematian kanker serviks di Indonesia yang tergolong tinggi karena sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Biasanya, kanker sudah menyebar ke organ lain di dalam tubuh ketika seseorang memeriksakan kondisinya. Inilah penyebab pengobatan yang dilakukan menjadi semakin sulit.