Seminggu yang lalu, pada sore hari setelah asar tetangga kami tiba-tiba datang ke klinik yang kami buka setiap hari, dengan keluhan kepala pusing, pandangan kabur (pitam) rasa seperti mau pingsan, badan oyong dan goyang seperti hampir jatuh, badan terasa lemas. Kami langsung menyambutnya dan langsung menyuruhnya duduk di kursi yang ada di ruang tunggu.

Kemudian kami melakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah ibu tersebut, dan didapatkan hasil pemeriksaan Tekanan Darah 210/100 mmHg dan Gula darah 77 gr% (dalam keadaan puasa Ramadan). Sebagai informasi, ibu ini memiliki riwayat Hipertensi dan Diabetes Mellitus dengan gambaran gula darah sering > 300 gr%.

Selanjutnya kami minta ibu untuk membatalkan puasanya karena kondisi hipoglikemia yang sedang dialaminya dengan memberikan air putih dan permen untuk pertolongan pertama dan sebagai hasilnya ibu merasa lebih baik dan pandangan yang kabur mulai berkurang dan tenaga sedikit bertambah. Kami sarankan ibu tersebut untuk beristirahat dirumah dengan makan dan dilanjutkan minum obat hipertensinya.

Kejadian tersebut sebagai renungan bagi kita semua, betapa pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin apalagi bagi penderita penyakit menahun seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus dan lainnya. Seharusnya secara rutin untuk melakukan kontrol pemeriksaan Tekanan Darah dan Gula Darah untuk menghindari risiko yang lebih buruk yang bisa terjadi pada diri kita sendiri.

Setiap diri kita dapat menjadi dokter bagi diri sendiri, dengan mengenali beberapa gejala masalah kesehatan, perubahan rasa nyaman yang terjadi seperti rasa pusing, sakit atau kaku dan terasa berat di leher, badan lemas, pandangan kabur, rasa mau pingsan (pitam seperti yang dirasakan oleh ibu pada cerita nyata di atas) dan keluhan lainnya yang kita rasakan.

Tekanan Darah yang normal pada orang dewasa adalah 120/80 mmHg, dikatakan Hipertensi bila tekanan darah > 140/90 mmHg. Pada penderita Hipertensi tekanan darah yang dapat ditoleransi oleh tubuh dalam rentang 130/90 s.d 140/90 mmHg, dan untuk penderita Hipotensi tekanan darah yang dapat ditoransi oleh tubuh dalam rentang 100/70 s.d 120/80 mmHg.

Penderita Hipertensi dapat selalu dalam kondisi sehat apabila rutin mengontrol tekanan darah dan mengupayakan stabil pada rentang tekanan darah yang dapat ditoleransi oleh tubuh tersebut. Risiko yang dapat terjadi pada ibu tersebut dengan tekanan darah 210 mmHg yaitu pecahnya pembuluh darah otak sehingga berlanjut menjadi penderita Stroke dengan perdarahan otak. Pasien bisa mengalami penurunan kesadaran, sampai coma dan berisiko terjadinya kematian.

Gula darah yang normal pada orang dewasa yang tidak berpuasa adalah 90 sampai 140 gr%, dan apabila berpuasa dalam rentang 70 sampai 100 gr%. Penderita Kencing manis (Diabetes Mellitus) apabila gula darah pernah mencapai 200 gr%.

Pada penderita kencing manis, kadar gula darah yang dapat ditoleransi oleh tubuh dalam rentang 140 sampai 200 gr% pada saat tidak berpuasa dan pada saat puasa kadar gula darah yang dapat ditoleransi oleh tubuh >100 sampai 200 gr%.

Oleh sebab itu, apabila terdeteksi gula darah di bawah 100 (seperti pada cerita di atas hanya 77 gr%) dapat menyebabkan hipoglikemia, penderita bisa terjatuh, pingsan atau malah bisa mengalami penurunan kesadaran sampai kepada coma serta berisiko kematian.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan gula seperti permen apabila penderita masih dalam keadaan sadar atau disuntikkan cairan infus yang mengandung glukosa apabila pasien tidak sadar.

Kasus tersebut tidak perlu terjadi apabila penderita secara rutin melakukan kontrol Tekanan Darah, dan Gula Darah, pasien tersebut dapat mencegahnya dengan menjadi dokter pribadi bagi dirinya sendiri, yaitu dengan segera mengenali perubahan fisik yang dialami dan segera melakukan pertolongan pertama pada diri sendiri.

Salah satunya menyediakan permen dan segera makan permen bila gejala hipoglikemia (gula darah turun drastis) untuk menaikkan gula darah kembali normal dan dapat ditoleransi oleh tubuh. Begitu pula untuk perubahan fisik yang dialami akibat tekanan darah yang naik, segera lakukan pertolongan pertama pada diri sendiri dengan minum obat hipertensi segera setelah tahu tekanan darah naik.

Hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan alat pemeriksaan tekanan darah yang dapat digunakan sendiri di rumah (digital) dan alat pemeriksaan gula darah yang bisa dilakukan sendiri pemeriksaannya secara sederhana, sehingga dapat segera mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh dan segera melakukan pertolongan pertama pada diri sendiri.