TEAM: DOSEN DAN MAHASISWA ANGKATAN TAHUN 2018

DOSEN: Ns. ISNANIAR, S.Kep,M.Kep

Ns. YENI YARNITA, S.Kep,M.Kep

Ns. PRATIWI GASRIL, S.Kep,M.Kep

Ns. TRI SIWI KUSUMANINGRUM, S.Kep,M.Kes

JULI WIDIYANTO, S.Kep,M.Kes

Fraktur atau sering disebut patah tulang adalah terputusnya
kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan yang penyebabnya
dapat dikarenakan penyakit pengeroposan tulang diantaranya penyakit
yang sering disebut osteoporosis, biasanya dialami pada usia dewasa dan
dapat juga disebabkan karena kecelakaan yang tidak terduga.
Fraktur femur mempunyai insiden yang cukup tinggi diantara jenis-
jenis patah tulang. Umumnya fraktur femur terjadi pada batang femur 1/3
tengah. Fraktur femur lebih sering terjadi pada laki-laki dari pada
perempuan dengan umur dibawah 45 tahun dan sering berhubungan
dengan olahraga, pekerjaan atau kecelakaan.
Menurut jenisnya fraktur dibagi menjadi dua yaitu fraktur tertutup
dan terbuka, fraktur tertutup adalah fraktur yang tidak menyebabkan
robeknya kulit, integritas kulit masih utuh. sedangkan fraktur terbuka
adalah fraktur dengan luka pada kulit (integritas kulit rusak dan ujung
tulang menonjol sampai menembus kulit) atau membran mukosa sampai
ke patahan tulang(Mansjoer,2000) .
Penanganan fraktur meliputi (a).Reduksi, yaitu : mengembalikan
fragmen tulang pada kesejajarannya dan posisi anatomis normal.
Tujuannya adalah untuk memperbaiki fragmen-fragmen fraktur pada
posisi anatomis.(b).Imobilisasi, setelah fraktur direduksi, fragmen tulang
harus diimobilisasi, atau dipertahankan dalam posisi yang benar sampai
terjadi penyembuhan (c).Rehabilitasi, meningkatkan kembali fungsi dan
kekuatan normal pada bagian yang sakit. Untuk mempertahankan dan
memperbaiki fungsi dengan mempertahankan reduksi dan imobilisasi
adalah untuk mengurangi bengkak dan nyeri, meningkatkan aktifitas
hidup sehari-hari, dan melakukan aktifitas kembali secara bertahap
(Mansjoer,2000).

Problematik fisioterapi pasca operasi fraktur femur dextra 1/3 distal
dengan plate and screws meliputi impairment, functional limitation dan
disability. Problematik yang termasuk impairment yaitu: (1) adanya nyeri
karena luka incise. (2) adanya keterbatasan luas gerak sendi lutut kanan
ke arah fleksi, (3) adanya penurunan kekuatan otot quadriceps dan
hamstring. Problematik yang termasuk functional limitation adalah
keterbatasan penderita untuk melakukan aktifitas fungsional dengan
tungkai, misalnya berjalan. Problematik yang termasuk disability adalah
penderita tidak dapat bersosialisasi dengan optimal di lingkungan
masyarakat seperti bekerja sebagai buruh.

Tujuan

  1. TujuanUmum
    Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan dapat menambah pengetahuan
    masyarakat pengguna sosial media tentang penyakit fraktur serta
    penanganan dan pencegahan penyakit tersebut.
  2. TujuanKhusus
    Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan masyarakat mengerti tentang
    a. Pengertianfraktur
    b. Etiologi fraktur
    c. Anatomi fraktur
    d. Patofisiologi fraktur
    e. Manifestasi klinikfraktur
    f. Penatalaksanaan fraktur
    g. Pencegahanfraktur
    h. Komplikasifraktur

PelaksanaanKegiatan

  1. Topikkegiatan
    Penyuluhan tentang fraktur di sosial media (WhatsApp, Fcebook,
    Instagram)
  2. Sasaran
    Seluruh pengguna sosial media (WhatsApp, Facebook, Instagram) yang
    berteman dengan sosial media seluruh anggota kelompok
  3. Metode
    Share dan posting video dan poster
  4. Media
    Video, Leaflet,Poster
  5. Tempat
    Sosial Media (WhatsApp, Facebook, Instagram)
  6. Waktu
    a. Hari/tanggal : 15 Juli 2020
    b. Jam : 13 : 46 WIB
  7. Pengorganisasian
    a. Editing vidio dan Pengisi suara : yuniahusna
    b. Preplanning : Candra
    c. Poster : Nur AyuSyahfitri
    d. Powerpoint : NadiyaSyafitri
    e. Suratpenyuluhan : Nadia Juliati
    f. Absen&dokumen : Nurul Afifah
    g. Laporan penyuluhan. : Rayi RamaAngrias
    h. Audience : Seluruh pengguna sosial media
    (WhatsApp, Facebook, Instagram) yang berteman dengan sosial
    media seluruh anggotakelompok

Uraian Tugas

  1. Editing vidio danPengisisuara : yuniahusna
  2. Preplanning : Candra
  3. Poster : Nur AyuSyahfitri
  4. Powerpoint : NadiyaSyafitri
  5. Suratpenyuluhan : Nadia Juliati
  6. Absen&dokumen : NurulAfifah
  7. Laporanpenyuluhan. : Rayi RamaAngrias
  8. KriteriaHasil
  9. Evaluasistruktur
    a. Lebih dari 75% undanganhadir
    b. Alat dan media sesuai denganperencanaan
    c. Peran dan fungsi masing-masing sesuai denganperencanaan
  10. Evaluasiproses
    a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yangdirencanakan
    b. Peserta penyuluhan tidak meninggalkan tempat saat kegiatan
    berlangsung
    c. Peserta berperan aktif selama jalannya diskusi dan mengajukan
    pertanyaan
  11. Evaluasihasil
  12. Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan 70% peserta mampu
    mengetahuitentang:
    a. Pengertianfraktur
    b. Etiologi fraktur
    c. Anatomi fraktur
    d. Patofisiologi fraktur
    e. Manifestasi klinikfraktur
    f. Penatalaksanaan fraktur
    g. Pencegahanfraktur
    h. Komplikasifraktur

LAPORAN HASIL KEGIATAN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG
FRAKTUR FEMUR SOSIAL MEDIA ( WHATSAPP, FACEBOOK, INSTAGRAM )

A. Struktur Kelompok
Waktu : Rabu, 15 Juli 2020, Pukul 13.46 WIB
Tempat : Sosial Media ( WhatsApp, Facebook, Instagram )

  • Editing vidio dan Pengisi suara : Yunia Husna
  • Poster : Nur Ayu Syahfitri
  • Power Point : Nadya Syafitri
  • Pre-Planning : Candra
  • Laporan hasil : Rayi Rama Angrias
  • Surat Penyuluhan : Nadia Juliati
  • Absensi : Nurul Afifah

B. Tahap Persiapan

Sebelum penyuluhan dimulai maka semua materi sudah disiapkan terlebih
dahulu. Kemudian memposting seluruh materi baik video maupun poster di sosial
media dari anggota kelompok. Sedangkan materi penyuluhan sudah dipersiapkan
sebelum kegiatan dengan menggunakan video dan poster.

C. Tahap Pelaksanaan

  1. Acara pelaksanaan penyuluhan melalui sosial media dimulai pada pukul 13.46 wib.
  2. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa dan berperan sesuai dengan tugasnya
    masing-masing.
  3. Susunan acara
    Pada tanggal 15 Juli 2020, pukul 13.46 WIB materi penyuluhan yaitu video dan
    poster di posting serentak di sosial media (WhatsApp, Facebook, Instagram ) milik
    anggota kelompok.
  4. Evaluasi
    a. Struktur
  • Peserta yang like dan menonton video serta poster ±250 orang.
  • Setting tempat penyuluhan berlangsung di sosial media anggota kelompok

Penggunaan bahasa sudah komunikatif dalam penyampai,cukup mudah
untuk dipahami oleh masyarakat

  • Peran dan tugas mahasiswa sebagai pelaksana acara telah sesuai dengan
    tugas masing-masing.
  • Perlengkapan alat dan media yang digunakan sudah lengkap sesuai dengan
    yang sudah direncanakan yaitu, video dan poster
    b. Proses
  • Pelaksanaan kegiatan penyuluhan berlangsung pada hari Sabtu 15 Juli 2020
    pukul 13.46 wib dan berakhir sampai batas waktu yang tidak di tentukan,
    karena audien dapat kapanpun jug melihat video dan membaca poster yang
    telah di share di sosial media
  • Kegiatan berjalan lancar sesuai rencana.
    c. Hasil
  • Peserta di harapkan dapat memahami pengertian fraktur femur
  • Peserta di harapkan dapat memahami penyebab fraktur femur
  • Peserta di harapkan dapat memahami tanda dan gejala fraktur femur
  • Peserta di harapkan dapat memahami pencegahan fraktur femur
  • Peserta di harapkan dapat memahami cara penanganan fraktur femur
    d. Saran

Untuk selanjutnya sebaiknya dilakukan kegiatan tatap muka langsung
dengan masyarakat sehingga dapat meningkatkan antusian masyarakat untuk
lebih semangat lagi untuk mengikuti kegiatan yang akan dilaksanakan.