Pekanbaru – Program Studi Kimia Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyelenggarakan Pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Laboratorium bagi siswa magang di Laboratorium Kimia FMIPA dan Kesehatan, Senin (30/7/2024).
Pelatihan diikuti Sembilan siswa dari tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau yang sedang menjalani program magang di laboratorium Kimia UMRI Pekanbaru. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Sekolah Binaan Program Studi Kimia UMRI bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Adapun para peserta berasal dari SMKN 2 Pekanbaru sebanyak empat siswa, SMKN 1 Mandau dua siswa, dan SMKN 1 Pangkalan Kerinci tiga siswa.
“Pelatihan ini bertujuan untuk membekali siswa untuk mengetahui dan meningkatkan keterampilan dalam bekerja aman dan efisien di laboratorium. Materi pelatihan mencakup pengenalan bahaya laboratorium, prosedur penanganan bahan kimia, penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur darurat,” kata Ketua Program Studi Kimia UMRI, Sri Hilma Siregar.
Pelatihan K3 Laboratorium ini disambut antusias siswa. Gaitsha Kalila Kamil dari SMKN 1 Mandau, mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka matanya terhadap besarnya risiko bekerja di laboratorium tanpa Alat Pelindung Diri (APD). “Saya jadi lebih mengetahui dan menyadari bahwa risiko bekerja di laboratorium tanpa APD sangat besar. Bahan kimia berbahaya bisa saja terhirup, mengenai kulit, atau bahkan terbakar,” ujarnya.
Senada dengan Gaitsha, Natalie Christie Tambun dari SMKN 2 Pekanbaru merasa beruntung dapat mengikuti pelatihan yang diadakan kimia UMRI ini. Ia menekankan bahwa K3 bukan hanya tentang melindungi diri sendiri, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan yang lebih aman secara keseluruhan.
Sementara itu, Adithya SMKN 2 Pekanbaru menyoroti pentingnya APD yang sesuai di Laboratorium. “Kecelakaan kerja bisa saja terjadi karena tidak sengaja maka dari itu kita harus memakai APD yang sesuai dengan lab seperti masker, jas lab,sepatu yang menutup kaki karena kecelakaan bisa saja terjadi akibat serpihan pecahan alat, bahan asam kuat dan basa kuat. Bahaya kebakaran bisa terjadi karna bahan-bahan yang mudah terbakar sepeti: alkohol, aseton, toluene,” ujarnya.
Pelatihan yang dipimpin oleh tim ahli dari Fakultas MIPA dan Kesehatan UMRI ini menggabungkan teori dan praktik langsung di laboratorium. Harapannya, pelatihan ini menjadi langkah awal yang baik bagi para siswa magang dalam mengembangkan karier di bidang kimia dan dapat berkontribusi signifikan di dunia kerja nantinya.
Dengan berhasilnya pelatihan ini, UMRI kembali membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keselamatan kerja di bidang kimia, sekaligus memperkuat hubungan antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah kejuruan di Provinsi Riau.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami di laboratorium kimia UMRI. Kami berkomitmen untuk memberikan pelatihan keselamatan yang berkualitas kepada semua pengguna laboratorium, termasuk siswa magang, untuk memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif bagi semua orang.”ujar Desi Asda Mora, selaku laboran di laboratorium kimia di UMRI.