Sabtu 14/03/2020 ini Fakultas MIPA dan Kesehatan mengangkatkan Kuliah Umum dengan tema ” Mengenal COVID-19, Si Coronavirus yang mendunia” yang menjadi Narasumber pada kuliah umum ini adalah Dr. Zarfiardy Aksa Fauzi, Sp.P(K) (dokter spesialis paru RSUD Arifin Ahmad), Dra. apt. Rita Agustin Aziz, M.Sc, Apt (Apoteker RSUD Arifin Ahmad) dan Elsie, M. Si (Dosen Mirobiologi FMIPA UMRI). Acara kuliah umum ini di hadiri 250 orang mahasiswa FMIPAKes dari empat prodi yaitu keperawatan, biologi, kimia, fisika dan farmasi serta dosen yang mengajar dilingkungan FMIPAKes.

Acara kuliah umum secara resmi dibuka Wakil Rektor I Sri Fitria Retnawaty S.Si., MT pada Sabtu (14/3/2020) pagi. Fitria Dalam sambutannya mengatakan sebagai langah awal terkait bahaya virus corona, saat ini UMRI sudah menghimbau dan menetapkan kebijakan terkait pencegahan dan penyebaran virus corona di lingkungan kampus.

“Menyikapi Bahaya virus corona yang saat ini sedang mewabah, sebelumnya sudah kita (UMRI) tetapkan langkah-langkah awal memberikan imbauan dan menetapkan kebijakan keseluruh sivitas akademika,” papar Fitria.

Ketiga narasumber secara bergantian memaparkan pengetahuan bahaya sekaligus pencegahan virus corona.
Diawali oleh Elsie. M.Si yang juga merupakan dosen Biologi menuturkan Corona termasuk dalam virus, berbeda dengan bakteri yang menghasilkan energi dari makanannya dan dapat bereproduksi, virus merupakan organisme aseluler yang memanfaatkan sel lain untuk menghasilkan virus baru. Penyusun utama virus adalah core (inti) yang tersusun oleh DNA atau RNA saja dan capsid yang terbuat dari protein. Beberapa virus memiliki envelope dan spike (yang membantu virus menempel pada sel inangnya). Virus dapat masuk ke dalam sel bila terjadi kesesuaian antara protein yang ada di permukaan virus dengan reseptor yang ada di permukaan sel inangnya (host). Setelah berhasil masuk ke dalam sel, virus dapat berada di salah satu dari 2 fase (untuk memperbanyak partikel virus) yaitu fase litik atau lisogeni.

Selanjutnya narasumber dr. Zarfiardy Aksa Fauzi, Sp.P (K) dalam pemaparannya menyebutkan bahwa penyebaran virus corona dapat dicegah dengan mengikuti beberapa langkah tepat di antaranya mencuci tangan rutin dengan sabun dan air atau hand sanitizer, terutama setelah batuk, bersin atau menggunakan toilet, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah kontak dengan pasien atau barang.
Selanjutnya Menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan sebelum cuci tangan. Kemdian mengunakan masker medis/bedah di keramaian.

Tidak hanya itu, harus berusaha menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit. Menerapkan etika batuk dan bersin (tutup dengan tissue atau siku tangan kemudian buang tissue ke tempat sampah tertutup kemudian mencuci tangan) melakukan pola hidup bersih dan sehat secara umum Masak produk hewan sampai matang (safety food).

Selanjutnya tambah dr. Zarfiardy melakukan diet sehat, exercise cukup, tidur cukup untuk meningkatkan sistem imun Jika sakit ringan, minum cukup.

Lebih lanjut sesi pemaparan oleh Dra. Rita Agustina Aziz, M.Sc., Apt. Ia mengatakan berdasarkan Pelayanan Kesehatan (UU kesehatan No.36 tahun 2009) ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam menghadapi suatu penyakit yaitu pencegahan terhadap suatu masalah kesehatan (penyakit), mengobati saat sudah merasa ada gejala dini dan terakhir Rehabilitatif atau hindari kontak dekat dengan orang yang sakit.

Acara ditutup dengan foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan dari ketua panitia kepada seluruh narasumber.

MATERI ACARA