PERUBAHAN IKLIM DAN KEBERLANGSUNGAN HIDUP MANUSIA

Catatan ringkasan ini didapatkan dari goresan pena pada saat mengikuti kuliah umum tentang perubahan iklim dan keberlangsungan hidup manusia, dengan pemateri Bapak Rifardi dan Buk Reni Zulfitri.

A. PERUBAHAN IKLIM

Iklim merupakan cuaca dalam kurun waktu minimal 30 tahun, dan rata-rata dalam satu tahun berlangsung sama dalam wilayah yang luas.

Perubahan iklim dipengaruhi oleh faktor internal (bumi) dan faktor eksternal (Manusia). Kekuasaan Allah SWT salah satunya berupa Bumi mempengaruhi iklim. Bumi terdiri dari 9 lempeng besar yang aktif bergerak. Indonesia sebelumnya berada dekat dengan benua Australia, pregerakan lempeng bumi merubah posisi Indonesia mendekati Asia. Hal ini dibuktikan oleh karakteristik tumbuhan dan hewan yang mirip antara Australia dan Indonesia. Gelombang inframerah yangdipancarkan oleh matahari sangat dibutuhkan untuk fotosintesis tumbuhan. Lahan hijau saat ini berubah menjadi lahan industri, lahan hutan alami berubah menjadi lahan hutan buatan, kegiatan yang dilakukan oleh manusia memicu pemanasan global.

Cara mengukur perubahan iklim: melihat PO2, PCO2, suhu lingkungan di sekitar manusia berubah akibat transfer dari tubuh manusia sebagai Faktor Eksternal. Perbandingan antara kerusakan, pencemaran dengan upaya perbaikan pengelolaan lingkungan hidup menentukan kualitas lingkungan dan kualitas hidup manusia. apabila kualitas hidup manusia baik maka kualitas lingkungan akan baik pula. Riau memiliki indeks kualitas lingkungan hidup yang rendah di tingkat Nasional. Pertumbuhan manusia tidak seimbang dengan pertumbuhan lingkungan, Potensi wilayah yang terus berkurang tidak sebanding dengan pertumbuhan manusia yang terus menerus bertambah.Pemanasan Global merupakan perubahan iklim yang terjadi saat ini. peningkatan panas/suhu kota Pekanbaru dan panas/suhu dunia sudah dalam kategori bahaya.

Akibat perubahan iklim:

  1. Meningkatnya kejadian badai tropis: tornado, puting beliung, badai El-nino (perubahan tekanan udara di lautan fasifik dan berhembus ke Indonesia)
  2. Musim panas terjadi hujan, dan musim hujan terjadi suhu panas (perubahan pola angin)
  3. Perubahan masa reproduksi hewan, hama, mikroorganisme sehingga menimbulkan penyakit baru
  4. Resiko terjadinya proses pencairan es di kutub utara dan kutub selatan yang berakibat banyak area pulau dan kepualauan yang akan tenggelam.
  5. Air tanah akan jadi lebih asin karena permukaan air laut
  6. Penyakit meningkat akibat nyamuk

Beberapa hal dapat dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim:

  1. Pilah sampah yang dapat diuraikan dengan sampah yang tidak dapat diuraikan untuk mencegah pencemaran)
  2. Matikan lampu apabila tidak dipakai (hemat energi);
  3. Hemat energi; kesadaran hemat energi harus dibudayakan dan harus dimulai dari diri sendiri. Mulai dari pola pikir global, bertindak secara lokal
  4. Adaptasi; ambil manfaat dari perubahan iklim sehingga biaya yang dibutuhkan akan lebih murah. Manfaatkan lingkungan yang ada sesuai dengan batas toleransi perlakuan. Fungsi lingkungan sebagai sumber bahan mentah diubah menjadi sumber barang jadi, Fungsikan lingkungan sebagai media pengolah limbah, Fungsikan lingkungan sebagai sumber kenyamanan. (adaptasilah dengan lingkungan dan berikan fungsi lingkungan sesuai batas toleransinya)
  5. Mitigasi; upaya atau usaha untuk mengurangi perubahan iklim yang lebih buruk akan tetapi membutuhkan biaya yang lebih mahal untuk menurunkan laju emisi rumah kaca. Mitigasi ekologi (keselamatan manusia dan alam, produktifitas dan kelangsungan alam). Mitigasi sosial (sikap manusia untuk merubah perilaku menjaga lingkungan)

B. KEBERLANGSUNGAN HIDUP MANUSIA

Perubahan iklim menyebabkan peningkatan penyakit dan penurunan derajat kesehatan. Masalah kesehatan yang dapat muncul biopsikososial. Sehat mencakup fisik, mental, sosial dan ekonomi. Kondisi yang tidak sehat dan tidak sejahtera menyebabkan manusia tidak produktif. Lingkungan mempengaruhi kesehatan masyarakat paling dominan (paparan lingkungan terhadap manusia).

Pemanasan global dapat menyebabkan beberapa penyakit akibat musim kemarau dan musim hujan yang panjang:

  1. Penyakit Heat Attack (serangan panas); resiko tinggi terjadi pada lansia, bayi dan balita.
  2. Penyebaran penyakit menular seperti Tuberculosis (TBC)
  3. Dermatitis
  4. ISPA
  5. Alergi
  6. Kelelahan
  7. Dehidrasi
  8. Penurunan daya tahan tubuh
  9. Malaria, DBD,Diare, Gastroenteritis yang terjadi pada bayi
  10. Penyakit minimata akibat konsumsi ikan yang tercemar merkuri. Merkuri/ air raksa (Hg) yang merupakan limbah dibuang oleh manusia atau tumpah di air sungai dan lautan dimakan oleh hewan air dan terakumulasi di tubuh hewan dan palnkton di laut yang kemudian dimakan oleh ikan yang biasa dikonsumsi oleh manusia. Penyakit ini pertama kali ditemukan di jepang, dimana limbah air raksa dibuang ke teluk marimata yang ada di Jepan Sedangkan di Indonesia ditemukan penyakit yang mirip dengan penyakit minimata yaitu di teluk Minahasa yang lautnya tercemar merkuri/air raksa.
  11. Penyakit sosial: penyakit mental, stres, gangguan jiwa, depresi; akibat krisis air, krisis pangan, pengungsian akibat bencana yang terjadi akibat perubahan iklim) menyebabkan kehilangan pekerjaan dan mengganggu proses pendidikan

Namun manusia dapat memodifikasi lingkungan untuk mencapai keseimbangan (homeostasis). Penanganan/ strategi yang dapat dilakukan:

  1. Partnership (kemitraan)
  2. Pemberdayaan masyarakat (empowerment/peran serta aktif)
  3. Health Education (pendidikan kesehatan)
  4. Proses kelompok : aksi adaptasi (mencegah dan mengatasi). kegiatan yang dapat dilakukan antara lain: Bentuk kelompok remaja peduli kesehatan, Program 3 M plus (kebersihan diri dan sanitasi), Peningkatan akses air bersih, Kampanye ASI, Peningkatan cakupan imunisasi dan Pengelolaan drainase.
  5. Program terpadu menghadapi bencana alam dan wabah penyakit menular
  6. Kerjasama menangani dampak lingkungan , Program KIA

Created by Ns. Isnaniar, S.Kep,M.Kep